Welcome to Kotagede…
- December 11th, 2008
- Write comment
Kotagede atau Kota Gede kadang-kadang disebut sebagai Kota Ibukota Lama, karena dulu tempat ini merupakan ibukota Kerajaan Islam Mataram yang pertama. Sebelumnya, tempat ini hanyalah hutan yang disebut Alas Mentaok, yang diberikan kepada Panembahan Senopati oleh Sultan Pajang, raja Kerajaan Hindu di Jawa Timur, karena Senopati telah membantu menyelamatkan Pajang. Pada tahun 1575, Panembahan Senopati, yang menjadi raja Mataram Islam yang pertama, membangun kawasan ini dan menetapkannya sebagai kota ibukota.
Kotagede menjadi ibukota hingga tahun 1640. Setelah itu raja ketiga Mataram Islam, Sultan Agung memindahkan ibukota ke Desa Kerto, Plered-Bantul. Ibukota baru ini terletak sekitar 6 km di sebelah barat Kotagede. Menurut ceritanya, pemindahan ini dengan alasan untuk mendapatkan kekuatan dan kejayaan yang lebih besar secara mistis. Sekarang tinggal sedikit saja barang peninggalan dan bangunan penting Mataram Islam yang masih tersisa di kota tua ini. Beberapa di antaranya adalah makam kerabat Pangeran Senopati, dinding dan fondasi salah satu pendapa (ruang depan kerajaan), dan Sendang Selirang – sebuah kolam tempat mandi keluarga kerajaan. Ketiga peninggalan sejarah ini terletak di dalam suatu halaman tertutup, bersama dengan masjid kraton Kotagede, di sekitar 200 m ke arah selatan pasar tradisional Kotagede. Pemakaman dibuka untuk umum setiap Senin dan Kamis dari pukul 10.00 sampai 12.00 dan Jumat pada pukul 13.00 – 15.00. Para pengunjung harus mengenakan pakaian tradisional Jawa: batik. Pakaian ini disewakan di lokasi tersebut. Read more





